Senin, 24 Desember 2012
Senin, 29 Oktober 2012
Kumpulan Puisi
Sahabat Sejati
kian lama hidup yang ku jalani
selalu bersama mu sahabat ku
susah sedih senang yang ku rasakan
bersama mu sahabat ku
sahabat
begitu banyak kenangan yang kita lalui
ke bahagian yang selalu kita rasa bersama
namun musnah dengan sekejap
telah di renggut oleh maut yang tak terduga
sahabat
kini kau telah pergi meninggalkan ku
meninggalkan semua kenangan kita
menyimpulkan sebuah air mata
yang terjatuh di pipi ku
sahabat
meski kini kita tak bersama
meski kita telah berbeda kehidupan
namun kita tetap satu dalam hati dan cinta
karena kau sahabat sejati ku
selamat tinggal sahabat ku
selamat jalan sahabat sejati ku
cinta kasih mu kan selalu satu di hati ku
selamanya ………
kian lama hidup yang ku jalani
selalu bersama mu sahabat ku
susah sedih senang yang ku rasakan
bersama mu sahabat ku
sahabat
begitu banyak kenangan yang kita lalui
ke bahagian yang selalu kita rasa bersama
namun musnah dengan sekejap
telah di renggut oleh maut yang tak terduga
sahabat
kini kau telah pergi meninggalkan ku
meninggalkan semua kenangan kita
menyimpulkan sebuah air mata
yang terjatuh di pipi ku
sahabat
meski kini kita tak bersama
meski kita telah berbeda kehidupan
namun kita tetap satu dalam hati dan cinta
karena kau sahabat sejati ku
selamat tinggal sahabat ku
selamat jalan sahabat sejati ku
cinta kasih mu kan selalu satu di hati ku
selamanya ………
Berita hari ini
Papua Barat Andalkan Raja Ampat dan Cenderawasih
Selasa, 30 Oktober 2012 | 07:50 WIB
DENPASAR, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Papua Barat mempromosikan potensi wisata daerah kepada para pelaku industri pariwisata di Bali. "Dari 11 kabupaten/kota di Papua Barat, semuanya memiliki potensi wisata yang sangat bagus, terutama kawasan Raja Ampat," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat, Edi Sumarwanto, di Denpasar, Senin (29/10/2012).
Selain keindahan alam yang sangat eksotis, Papua Barat memiliki atraksi wisata yang sangat menarik bagi para penggemar petualangan.
Oleh karena itu, menurut Edi, di daerahnya sangat cocok dikembangkan atraksi wisata minat khusus dan hal itu merupakan salah satu target pengembangan pariwisata oleh pemprov.
"Selain itu, kami pun memiliki potensi wisata lainnya yang berasal dari satwa kebanggaan daerah ini, yakni burung cenderawasih yang memiliki keunikan dan warna yang eksotis," ujarnya.
Kedatangan pejabat Pemprov Papupa Barat ke Bali tidak hanya berpromosi tapi juga belajar dan mengambil hal yang baik dalam pengembangan wisata tanpa terpengaruh dampak negatif.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Manokwari, Yusac Wabia, mengatakan, masalah keamanan di wilayah tersebut tidak perlu dikhawatirkan. Dia menjamin keselamatan para pelancong yang datang ke wilayah tersebut.
"Saya jamin soal keamanan. Jadi tidak perlu takut untuk datang ke Papua Barat, khususnya Manokwari yang memiliki banyak potensi wisata, salah satunya gua terpanjang kedua di dunia," katanya.
Senin, 17 September 2012
persebaya tunjuk danurwindo sebagagi penasehat teknik
Tak mau salah ambil
dalam mengontrak pemain, Persebaya Surabaya berencana akan menggunakan
jasa seorang penasihat teknik. Pelatih kawakan Danurwindo ditunjuk untuk
mengisi posisi itu saat seleksi pemain nanti.
Persebaya akan
memulai seleksi untuk pembentukan tim pada 25 September nanti. Berbeda
dengan sebelumnya, CEO Persebaya I Gede Widiade tak ingin keputusan
mengontrak pemain hanya berdasarkan penilaian pelatih dan asistennya
saja.
"Saya ingin like and dislike dari tim pelatih saat seleksi
dikurangi. Makanya saya tunjuk Danurwindo jadi advisor kita nanti,"
jelas Gede, Senin (17/9).
Memang, Danurwindo bukan orang baru bagi
klub berjuluk Bajul Ijo tersebut. Saat masih bergabung dengan Liga
Indonesia musim 2009-2010 lalu, ia pernah menangani Persebaya. Namun,
kala itu prestasinya jeblok. Pelatih yang musim lalu menangani PPSM KN
Magelang itu akhirnya digantikan Rudy W Keltjes sebelum akhirnya
Persebaya terdegradasi.
Meski begitu, Gede tak ragu untuk menunjuk
pria yang juga menjabat sebagai Direktur Teknik Timnas U-22 ini.
Bahkan, Danur dikontrak semusim untuk menjadi penasehat teknik di tim
pelatih yang dikepalai Ibnu Grahan tersebut. "Bukan seleksi saja,
Danurwindo saya kontrak setahun," tandas Gede. (fjr/mac)
Jumat, 14 September 2012
Persebaya Dilirik Belasan Calon Sponsor
Laga
Persebaya Surabaya kontra tim Liga Primer Inggris Queens Park Rangers
(QPR) membawa keuntungan lebih bagi Bajul Ijo. Tak hanya menjadi
hiburan bagi fans yang hadir di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya,
tadi malam, tapi juga menarik puluhan investor untuk menggandeng klub
kebanggaan masyarakat Surabaya itu.
CEO Persebaya Gede Widiade mengatakan,terdapat sekitar 20 calon
investor Persebaya yang ikut menyaksikan laga bergengsi itu. Kedatangan
mereka tak sekadar undangan, tapi juga ingin melihat langsung gairah
sepakbola di Surabaya sebelum memutuskan menjadi sponsor Bajul Ijo.
“Laga ini menjadi salah satu pertimbangan investor sebelum membuat
keputusan,“ ucap Gede. Investor yang datang ke stadion bukan hanya
kelas lokal, tercatat 15 pengusaha asal Jakarta.
Sementara lima lainnya merupakan pengusaha asal Surabaya. “Yang hadir
bukan orang sembarangan. Tapi, top level di masing-masing perusahaan.
Salah satu calon investor yang tertarik membiayai Persebaya adalah
Springhill, perusahaan asal Swiss yang bergerak di bidang properti. CEO
Springhill ikut menyaksikan pertandingan. Ini menjadi pertanda baik
untuk Persebaya musim depan,“ kata pemilik klub internal PS
Rheza-Mahasiswa ini.
Selain dihadiri pengusaha Jakarta dan Surabaya, bos QPR sekaligus
AirAsia Tony Fernandes juga ikut menyaksikan pertandingan. Bahkan, pria
yang menguasai QPR sejak musim lalu itu sudah tiba di Surabaya sejak
Minggu (22/7) malam. Bukan tidak mungkin, AirAsia juga tertarik menjadi
sponsor Persebaya seperti di QPR. Apalagi, sebelumnya, Presiden
Direktur AirAsia Indonesia Dharmadi sempat mengatakan peluang Persebaya
mendapatkan sponsor dari AirAsia cukup terbuka.
“Kesempatan itu tetap ada. Dengan dipilihnya Surabaya, menunjukkan
bahwa Tony sangat antusias melihat sepakbola Kota Surabaya,” ucapnya.
Melihat sejarah, Persebaya pernah mendapatkan sponsor kelas kakap.
Salah satunya adalah perusahaan bola lampu asal Belanda Philips pada
musim 1996/1997. Philips merupakan sponsor utama klub papan atas Liga
Belanda PSV Eindhoven.
Sayang, kerja sama itu tidak berlangsung lama. Selain berpeluang
kembali mendapatkan sponsor kelas kakap, Persebaya ternyata sudah
mendapatkan sponsor baru. Namun, khusus untuk laga Persebaya melawan
QPR, yakni Metro Pantai Indah Kapuk dan Metro Tanah Abang. Selama masa
persiapan menghadapi QPR, Erol Iba dkk kerap memakai kostum bertuliskan
perusahaan properti asal Jakarta itu. Tak heran jika nama Persebaya
menarik perhatian sponsor.
Maklum,selain punya basis ribuan suporter di berbagai daerah, nama
Persebaya juga menjadi perhatian media,baik lokal maupun internasional.
Laga Persebaya melawan QPR yang berakhir 2-1 untuk kemenangan QPR,
misalnya, selain disiarkan live RCTI, juga diliput ratusan media,
termasuk dari Korea Selatan dan Inggris.
sejarah awal muncul nya bonek
istilah Bonek muncul secara tiba-tiba dan besar juga karena media massa
yang awalnya bagus yang lambat laun justru mengalami pergeseran
pengertian dan akhirnya lebih berkonotasi negatif. Masih ingat gimana
dulu Jawa Pos dengan koordinator langsung Cak Dahlan Iskan pernah
memberangkatkan ratusan bus, puluhan gerbong KA dan pesawat terbang
menuju Jakarta. Tret..tret.. tetttt... begitulah tema yg usung Jawa Pos
tahun 1988-an. Dan sebutan populer untuk suporter persebaya waktu itu
adalah 'Green Force'. Antusias bukan hanya dari surabaya saja, tetapi
juga datang dari kota-kota besar di Jawa Timur. Bahkan dalam suatu kolom
di Jawa Pos selama 7 hari berturut2 ada komentar & kesan-kesan dari
para peserta Tret tret tett yg tertulis dengan foto para peserta
lengkap dengan alamatnya.
Begitu antusiasnya jawa pos sampai dalam head line news tertulis
"Hijaukan senayan" dan sambuatn masyarakat surabaya dan jawatimur pun
luar biasa. Dalam ceritanya ada yg sampai menggadaikan motornya, menjual
TV, Tape, perhiasan istrinya dan peralatan rumah tangga lainnya, yg
muda2 banyak yg harus mengamen dulu pokoknya harus bisa ke senayan !!.
Modal Tekad itulah semangat untuk meng-hijaukan senayan begitu menggebu. Sementara yg punya duit pas-pasan masih ada cara lain yaitu 'menggandol' truk secara estafet mulai dari Surabaya - Jakarta sambil mengamen di jalanan. Bahkan ada juga yg berangkat jauh2 hari sebelum pertandingan final (padahal persebaya belum tentu masuk final) dengan menumpang gerbong kereta pertamina yg jalannya kayak keong itu... pokoknya sampe Jakarta.
Semangat yang positif dan antusiasme tanpa ada ANARKISME dan KERUSUHAN dengan melibatkan massa banyak itulah yg mendapatkan acungan jempol banyak kalangan di Indonesia saat itu. Sebagai catatan senayan ketika itu dijejali 110 Ribu penonton dari Surabaya dan Bandung !! Suporter Persebaya sendiri sekitar 40% nya (masih kalah banyak dengan bandung yg memang jaraknya lebih dekat). Suatu rekor jumlah penonton yg barangkali sampai saat ini belum terpecahkan.
Belum lagi semangat heroik dari beberapa suporter persebaya yg memanjat dan merayap sampai ATAP bangunan senayan yg berbentuk lingkaran itu hanya untuk membentangkan spanduk super raksasa warna hijau tulisan putih yg bertuliskan "Merah Darahku Putih Tulangku Bersatu Dalam Semangatku".
Nah Semangat itulah dengan berbagai cara yg HALAL untuk datang mendukung persebaya ke senayan membuat beberapa media massa, terutama JAPOS sebagai pelopornya mulai mengistilahkan BONEK (Bondo Nekad), dalam as** tulisan mereka bahwa semangat hidup dan semangat untuk maju manusia perlu punya modal tekad yg kuat. Modal tekad atau Bondo Nekad atau Bonek sejatinya tidak seperti yg ditunjukkan oleh generasi bonek-bonek saat ini yg justru cenderung brutal, nekad dalam arti menghalalkan segala cara adalah bukan Bonek yang sesungguhnya.
Sebetulnya kesalahan juga dari para bonek sebelumnya yg tidak meninggalkan warisan bonek yg sebenarnya, juga media massa yg kadang ikut mengompori dan bahkan seakan-akan ikut membenarkan. Bahkan kerusuhan bonek sudah menjadi semacam rejeki buat mereka, karena berita tentang Bonek tentunya akan meningkatkan oplah surat kabar mereka.
Salah kaprah lainnya adalah istilah Modal Tekad dan Modal Nekad sebetulnya serupa tapi tak sama. Tekad lebih ke semangat untuk melakukan tindakan sedangkan nekad lebih ke tindakan yg dilakukannya. Seharusnya bukan Bondo Nekad tetapi Bondo Tekad... tetapi untuk kemudahan pengucapan lebih cenderung Bondo Nekad alias Bonek.
Modal Tekad itulah semangat untuk meng-hijaukan senayan begitu menggebu. Sementara yg punya duit pas-pasan masih ada cara lain yaitu 'menggandol' truk secara estafet mulai dari Surabaya - Jakarta sambil mengamen di jalanan. Bahkan ada juga yg berangkat jauh2 hari sebelum pertandingan final (padahal persebaya belum tentu masuk final) dengan menumpang gerbong kereta pertamina yg jalannya kayak keong itu... pokoknya sampe Jakarta.
Semangat yang positif dan antusiasme tanpa ada ANARKISME dan KERUSUHAN dengan melibatkan massa banyak itulah yg mendapatkan acungan jempol banyak kalangan di Indonesia saat itu. Sebagai catatan senayan ketika itu dijejali 110 Ribu penonton dari Surabaya dan Bandung !! Suporter Persebaya sendiri sekitar 40% nya (masih kalah banyak dengan bandung yg memang jaraknya lebih dekat). Suatu rekor jumlah penonton yg barangkali sampai saat ini belum terpecahkan.
Belum lagi semangat heroik dari beberapa suporter persebaya yg memanjat dan merayap sampai ATAP bangunan senayan yg berbentuk lingkaran itu hanya untuk membentangkan spanduk super raksasa warna hijau tulisan putih yg bertuliskan "Merah Darahku Putih Tulangku Bersatu Dalam Semangatku".
Nah Semangat itulah dengan berbagai cara yg HALAL untuk datang mendukung persebaya ke senayan membuat beberapa media massa, terutama JAPOS sebagai pelopornya mulai mengistilahkan BONEK (Bondo Nekad), dalam as** tulisan mereka bahwa semangat hidup dan semangat untuk maju manusia perlu punya modal tekad yg kuat. Modal tekad atau Bondo Nekad atau Bonek sejatinya tidak seperti yg ditunjukkan oleh generasi bonek-bonek saat ini yg justru cenderung brutal, nekad dalam arti menghalalkan segala cara adalah bukan Bonek yang sesungguhnya.
Sebetulnya kesalahan juga dari para bonek sebelumnya yg tidak meninggalkan warisan bonek yg sebenarnya, juga media massa yg kadang ikut mengompori dan bahkan seakan-akan ikut membenarkan. Bahkan kerusuhan bonek sudah menjadi semacam rejeki buat mereka, karena berita tentang Bonek tentunya akan meningkatkan oplah surat kabar mereka.
Salah kaprah lainnya adalah istilah Modal Tekad dan Modal Nekad sebetulnya serupa tapi tak sama. Tekad lebih ke semangat untuk melakukan tindakan sedangkan nekad lebih ke tindakan yg dilakukannya. Seharusnya bukan Bondo Nekad tetapi Bondo Tekad... tetapi untuk kemudahan pengucapan lebih cenderung Bondo Nekad alias Bonek.
Kamis, 13 September 2012
BONEK suporter legendaris non anarkis
Rendi Irwan Diminati Klub Thailand
Informasi yang dihimpun beritajatim.com, Rendi dibidik karena kelincahannya mengolah bola ke lapangan hijau. Selain itu, Rendi memiliki kecepatan di atas rata-rata. "Sebenarnya, ada dua pemain Persebaya yang diincar. Tapi yang paling diinginkan ya Rendi," ucap sumber internal di manajemen Persebaya.
Manajer Persebaya, Saleh Hanifah tak menampik kabar itu. Hanya saja, Saleh menyebut belum ada penawaran resmi yang ditujukan pihak Police kepada Persebaya. "Yang saya tahu pada satu pertandingan home, saya lupa lawan siapa, saya diberi info kalau ada orang Thailand yang duduk di royal box," cerita Saleh.
"Tapi saya tidak terlalu fokus karena saya konsentrasi ke pertandingan. Katanya sih mereka memantau salah satu pemain kita," lanjut pengusaha retail ini.
Sayang, menurut kabarnya Rendi enggan bermain di Thailand karena tidak mau jauh dari keluarganya. Rendi sendiri menjadi salah satu pemain yang besar kemungkinan akan dipertahankan oleh manajemen. Sebab selain produk asli Persebaya, Rendi sudah sangat klop dengan permainan Persebaya saat ini.[sya/kun]
Langganan:
Postingan (Atom)



